July 27th, 2012

First Year in College

Dunia kampus, yah dunia baru yang harus kembali saya taklukkan. Kota baru, lingkungan baru, teman baru, gaya hidup baru, budaya baru, yang semuanya jelas sangat berbeda dari yang dulu, harus beradaptasi agar bisa bertahan.  Ternyata saya masuk di kampus yang “unik”, yah unik dan berbeda dari kampus lain pada umumnya. Apa saja keunikan kampus saya? Check it :)

1. Tingkat I wajib asrama!

Asrama TPB IPB

Inilah salah satu alasan saya diijinkan kuliah di luar Makassar, asrama. Sewaktu SD saya memimpikan bersekolah di boarding school, sepertinya seru dan menyenangkan bisa tinggal bersama teman-teman *efek suka nonton Carita de Angel*. Asrama Putri TPB IPB menjadi rumah saya selama setahun. Apa itu TPB? Akan dijelaskan pada poin berikutnya. Ada 5 gedung asrama putri, gedung A1, A2, A3, A4 (rusunawa), dan A5 (sylva sari). Untuk asrama putra ada 4 gedung, gedung C1, C2, C3, dan C4 (Sylva Lestari). Saya ditempatkan di gedung A3, lorong 2, kamar 294. Satu kamar dihuni maksimal empat orang. Inilah ketiga orang teman kamar saya:
Widya Kusumawati (Widy), orang lokal (Bogor). Dia adalah orang pertama yang saya temui ketika membuka pintu kamar 294. Anaknya asik, mudah bersosialisasi, friendly, dan perhatian. Paling jarang di kamar, maklum orang lokal jadi sering pulang. Tapi sejak UTS sampai check out asrama dia sudah tidak kembali ke asrama. Ini juga yang menyebabkan hubungan kami cukup renggang dengannya.
Anggun Rahayu Melyanti (Anggun), asal Sumedang. Sebenarnya dia mirip dengan Widy, pintar ngomong dan mudah bersosialisasi di lingkungan baru, berbeda dengan saya yang cenderung pendiam *silahkan muntah*. Orangnya care, suka cerita sekali pun tidak penting bahkan kadang diulang-ulang hehe :p. Paling bawel soal kebersihan kamar. Jangan heran kalo ketemu dia tanpa jilbab, jilbabnya labil haha :D. Sekarang saya sekamar lagi di kost-an. Tapi mungkin hanya setahun ini.
Wilona Kaulika (Wiwil, Wina), anak Jakarte. Penghuni yang datang paling terakhir ke kamar, hampir sebulan setelah kami. Meskipun berasal dari ibukota, dia jauh berbeda dari anak gaul Jakarta yang digambarkan di sinetron-sinetron dan FTV. Care, baik, paling rajin belajar. Terkadang suka dimanfaatkan orang lain karena terlalu baik -_-. Paling ribet soal makanan, tidak bisa makan sayur. Emaknya gaul parah haha. Keluarganya yang paling dekat dengan kami. Soalnya sering main ke rumahnya kalo libur hehe.
Banyak keuntungan tinggal di asrama. Selain biaya yang relatif lebih murah dibandingkan ngekost, di asrama juga lebih mudah bersosialisasi, gampang nyari tugas, belajar bareng, dan lain sebagainya yang tidak bisa ditemukan di lingkungan kost-an.
2. Matrikulasi
Matrikulasi itu sejenis semester pendek, yang diperuntukkan untuk mahasiswa baru yang diterima melalui SNMPTN jalur undangan. Jadi saat teman-teman seangkatan yang diterima di universitas lain masih bisa berlibur bahkan masih ada yang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi universitas, kita sudah mulai kuliah. Dalam matrikulasi ada 1 mata kuliah yang harusnya ditempuh 1 semester dirapel jadi 1 bulan. Dua jam (50 menitx2) dalam satu hari selama lima hari dalam seminggu. Sangat menguntungkan sebenarnya, ketika sudah memperoleh nilai yang baik saat matrikulasi, pada saat perkuliahan reguler tidak perlu lagi mengikuti mata kuliah tersebut. Jadi bisa menghemat minimal 2 sks. Kebetulan matrikulasi saya mendapat Landasan Matematika (3 sks) tapi kurang berhasil karena saat UAS saya diare *nangis darah*.
3. Tingkat Persiapan Bersama (TPB)
Program Pendidikan Tingkat Persiapan Bersama (TPB) – IPB merupakan suatu unit yang bertugas melaksanakan dan mengkoordinasikan proses belajar mengajar bagi mahasiswa baru IPB selama tahun pertama. Gampangnya, TPB itu seperti pengulangan SMA. Mungkin tujuannya untuk menyamaratakan ilmu-ilmu dasar sebelum masuk ke program studi, soalnya dari Sabang sampai Merauke ada di IPB hehe. Kelas TPB terbagi atas empat jenis, yaitu kelas P, Q, R, dan S. Mata kuliahnya sama, yaitu kimia, biologi, fisika, matematika, pengantar ilmu-ilmu pertanian (PIP), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, ekonomi umum, agama, sosiologi umum, PPKN, dan kewirausahaan. Namun beberapa dibedakan dengan ada tidaknya praktikum dan tingkat kesulitan mata kuliah. Pembagiannya disesuaikan dengan program studi. Misalnya saya, karena mengambil program studi ilmu gizi saya masuk dalam kelas P, dimana mata kuliah yang saya dapatkan antara lain kimia dasar, biologi dasar, landasan matematika, fisika dasar, dan sisanya sama dengan kelas jenis lain. Sama dengan kelas Q untuk mata kuliah exact ada praktikum, namun untuk matematika kelas Q mendapat pengantar matematika di semester satu dan kalkulus di semester 2. Sedangkan kelas R dan S tidak mendapatkan praktikum, pengantar matematika dan kalkulus untuk kelas R (fakultas ekonomi dan manajemen) dan landasan matematika untuk kelas S (fakultas ekologi manusia kecuali ilmu gizi). Jadi di kelas kita belum dikelompokkan sesuai program studi yang diambil. Meskipun TPB merupakan pengulangan pelajaran di SMA, namun tidak berarti TPB itu mudah, apalagi bagi saya yang tidak maksimal sewaktu sekolah -_-. Apabila anda berminat masuk IPB, saya sarankan maksimalkan pelajaran SMA dari sekarang dan hilangkan kebiasaan mencontek. Yakin dan percaya TPB akan terlewati dengan lancar dan mudah *curhat*.
4. MPKMB, MPF, dan MPD
Mungkin hanya di IPB mahasiswa baru akan melewati tiga tahap masa orientasi. Pertama adalah masa pengenalan kampus mahasiswa baru (MPKMB) yang diikuti semua mahasiswa baru di IPB, serta masa pengenalan fakultas (MPF) dan masa pengenalan departemen (MPD) yang akan saya dapatkan sebelum memasuki semester 3 (habis liburan cuy).

Dandanan MPKMB
Tetapi disini tidak ada sama sekali kegiatan ospek dan senioritas. Kita benar-benar diperkenalkan mengenai kampus dan kehidupan kampus. sangat berbeda dengan MOS jaman sekolah yang hobi mencari-cari alasan supaya bisa marah dan menghukum.
Setahun sudah saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa banyak perubahan dan hal-hal baru yang saya dapatkan.
Bagaimana perbedaanya? Cukup signifikan bukan?hehe. Tentu saja bukan perubahan fisik yang ingin saya bahas, lebih ke perubahan pola pikir, karakter, cara pandang, sikap, dan soft skill lainnya. Kehidupan bersama di asrama menuntut toleransi yang tinggi dan berbagi. Kemampuan bersosialisasi juga sangat penting. Karena lain lingkungan, lain cara bersosialisasinya. Misalnya lingkungan asrama berbeda dengan lingkungan kampus, beda pula ketika kita masuk di suatu organisasi atau kepanitiaan. Di IPB jaring-jaring sosial relatif lebih kompleks karena tidak terbatas pada fakultas dan departemen.
Pengalaman baru? Jangan ditanya banyak sekali pengalaman-pengalaman baru yang saya dapatkan ketika menjadi mahasiswa. Pertama kali menyadari bahwa saya mempunyai jiwa traveller haha. Selama tahun pertama saya melakukan beberapa perjalanan di pulau Jawa, antara lain ke Semarang, Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta. Untuk berikutnya mungkin ke Jawa Timur, Sumatra, dan Bali (Amin).
Pengalaman lain yang tak kalah heboh adalah
untuk pertama kalinya seumur hidup saya dirawat inap alias opname -_- beruntungnya ini terjadi ketika libur semester 1, jadi saya berada di rumah. Andai saja saya berada di Bogor, entah bagaimana jadinya. Saat itu saya didiagnosis Pelvic inflammatory disease (PID) atau yng bahasa Indonesianya radang rongga panggul. Tentang penyakit ini bisa dilihat di www.medicastore.com penting buat cewek-cewek untuk mencegah terkena penyakit serupa. Infeksi yang saya alami masih tergolong ringan, tapi perlu pencegahan juga agar tidak kembali menyerang.
Fenomena “titip absen” atau yang sering disebut TA juga merupakan hal yang biasa terjadi dalam dunia perkuliahan. Selama setahun ini setidaknya tiga kali saya melakukan tindakan kriminal ini hehe (jangan ditiru). Awalnya sih tidak berani dan tidak mau, tapi karena tuntutan dan keterpaksaan akhirnya saya lakukan juga :D
Selama kuliah juga saya jadi suka nonton konser, hal yang sewaktu SMA sangat sulit saya lakukan karena tidak akan diijinkan. Satu-satunya yang pernah saya tonton sewaktu SMA adalah Ten2five di d’liquid hotel Clarion Makassar. Pertama kali yang saya tonton adalah Adera dan Ran saat event Bogor Art Festival yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Manajemen.  Kemudian EndahNRhesa dan Tangga pada event IPB Green Living Movement. Terakhir event Malam Penganugerahan IPB yang mendatangkan Nidji sebagai Guest Star.
Banyak pengalaman lain yang saya dapatkan selama setahun ini. Setahun yang tidak akan terlupakan dan tetap akan menjadi rangkaian memori indah kehidupan saya.

“Hidup adalah serangkaian pengalaman,
Setiap pengalaman membuat kita lebih besar, walau pun kita tidak menyadarinya.”

Henry Ford

>

July 21st, 2012

I become “MAHASISWA”

Waktu masih SMA dulu tidak sabar untuk menjadi “mahasiswa”. Why? Yah keren aja kayaknya hehe. Tidak perlu pakai seragam, tidak perlu bangun pagi-pagi buta, tidak perlu belajar yang tidak disukai karena penjurusannya lebih spesifik, dan lain-lain sebagainya. But I was wrong -_-

Well, setelah akhirnya berhasil menempuh 3 tahun pendidikan di SMAN 5 Makassar, menjalani serangkaian ujian yang cukup membuat mumet, yang tak kalah hot dan membuat galau bagi para “anak baru lulus SMA” adalah “perguruan tinggi”. Yeah, everybody knew how hard to be a part of university, apalagi kalau universitas negeri dengan program studi favorit. Saingannya seluruh Indonesia booo, belum yang dari luar negeri, belum yang gagal tahun kemarin dan kemarinnya lagi dan mencoba peruntungan di tahun berikutnya. Sementara kuota yang tersedia sangat-sangat tidak mencukupi.

Pada tahun 2011, tahun kelulusan saya, pertama kali diadakan program SNMPTN jalur Undangan. Yaitu salah satu jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri menggunakan nilai raport SMA semester 2-5. Tidak semua siswa bisa mengirimkan berkas untuk mengikuti SNMPTN jalur undangan ini, tergantung akreditasi sekolah. Karena berhubung akreditasi sekolah saya A dan masuk dalam kategori RSBI/Unggulan, maka diambil 75% peringkat teratas di setiap kelas (sekitar peringkat 1-24) dan puji Tuhan saya termasuk di dalamnya :)

Untuk pengisian data dan pemilihan prodinya sendiri dilakukan secara online. Setelah diberi username dan password akhirnya saya mengisi data dan memilih prodi. Inilah saat tergalau gundah gulana (mungkin galau gundah gulana yang selanjutnya adalah masalah jodoh *eh). Bagaimana tidak? It’s about my future, if I wrong I will regret along my life. Saya bukannya tidak punya cita-cita, saya sudah memiliki ccita-cita sejak kecil walaupun kemudian itu menjadi labil seiring berjalannya waktu -_-.

Cita-cita pertama saya adalah menjadi dokter, yah itu cita-cita sejuta anak kecil -_- gedean dikit mau jadi arsitek karena suka gambar. Kemudian jaman mainan barbie mau jadi designer (I made my barbie’s clothes with my self, by the way hehe). Semakin besar mulai mengenal matematika dan fisika, I think science is nightmare, banting setir ke ilmu sosial mau jadi pengacara (gini-gini nilai UAS IPS tertinggi di SMP gue B)). Sampai kelas satu SMA saya masih memiliki cita-cita ini. Kemudian seiring berjalannya waktu dan pengaruh lingkungan saya diracuni memilih jurusan IPA. Yah saya bertemu dengan banyak orang hebat yang benar-benar memotivasi saya untuk bersaing dan jadi sedikit bureng (buru ranking). Tahun kedua di SMA saya berhasil masuk ke jurusan IPA, walaupun bukan kelas yang diandalkan (by the way dari SD-SMP saya selalu masuk kelas unggulan lho, kalo sekarang namanya bilingual class). Kelas ini benar-benar berbeda dengan kelas saya yang terdahulu. Di kelas ini anak-anaknya cenderung santai dan agak patotoai (Makassar red-). Tapi di kelas inilah, XI IPA 5, saya menemukan sahabat dan keluarga, dan merasakan indahnya masa putih abu-abu :’) *menangis haru*

Oke, ini sudah mulai melenceng dari topik -_-

Back to the topic, sebenarnya saya sudah menetapkan akan memilih apa saat kuliah nanti. Tapi saya harus memilih 2 universitas dan 6 program studi. Sebenarnya bisa saja saya tidak memenuhi keenamnya, tapi ini adalah kesempatan, peluang, opportunity, yang tidak semua orang bisa dapatkan dan tidak akan saya sia-siakan. Saya tidak terlalu pandai untuk optimis bisa diterima di satu-satunya pilihan saya jika saya nekad hanya mengisi salah satu prodi di tiap universitas. Akhirnya setelah melewati masa galau gundah gulana berkepanjangan akhirnya saya memutuskan jeng jeng jeng jeeeeeenggggg……

Mungkin bagi sebagian orang ini bunuh diri, saya sendiri tidak yakin dan cukup optimis akan lulus di salah satu pilihan saya. Saya hanya menggunakan kesempatan yang diberikan semaksimal mungkin, dan jika gagal saya masih punya kesempatan melalui SNMPTN jalur tertulis.

Saya memilih Universitas Hasanuddin (Unhas) karena jelas saya berdomisili di Makassar dan tidak ingin terlalu jauh dari rumah (keluarga yang harmonis dan unyu unyu kayak keluargaku ngangenin sumpah :’)). Prodi yang saya pilih tidak jauh dari kesehatan karena saya rasa tidak terlalu membutuhkan kemampuan berhitung yang tinggi seperti matematika dan fisika. Lalu kenapa saya memilih akuntansi? Yah kayaknya kalo ngitung duit sih bisa hehe :p

Kemudian Institut Pertanian Bogor (IPB), tidak pernah sedikitpun terlintas saya akan kuliah di perguruan tinggi negeri ini. Bukannya saya tidak tau, saya tau IPB sejak saya masih SD. Kakak kedua saya lulusan teknologi pertanian Unhas, dan ada temannya yang melanjutkan S2 di IPB. Di rumah saya ada beberapa merchandise dan stiker IPB oleh-oleh teman kakak saya itu. Hanya saja saya memang tidak terlalu berminat keluar dari Makassar, walaupun kota ini panasnya luar biasa. Selain itu saya tidak yakin orang tua saya akan merestui. Konon Universitas di Pulau Jawa itu biayanya selangit dan tiket pesawatpun harganya menggila. Lalu kenapa saya memilih IPB? Selain untuk memenuhi kesempatan yang ada, saya juga mulai tertari saat kakak-kakak omda IKAMI Sul-Sel angkatan 47 menyosialisasikan IPB ke sekolah. Saat itu pikiran saya terbuka, bahwa pertanian itu tidak sesempit sepetak sawah, cangkul, dan bajak. Setelah itu saya mulai googling informasi mengenai IPB dan mendapati bahwa kampus ini setara dengan kampus-kampus terkenal lainnya, yang mustahil bisa saya masuki. Karena kuota penerimaan melalui jalur undangan cukup besar, maka saya memilih IPB.

Seusai melewati serangkaian ujian-ujian untuk mendapatkan ijazah SMA, saya ikut program intensif persiapan menghadapi SNMPTN jalur tertulis di salah satu bimbingan belajar. Walaupun telah mengikuti SNMPTN jalur undangan saya tidak cukup yakin akan diterima di salah satu pilihan saya itu. Maka saya harus bekerja keras untuk menghadapi SNMPTN tertulis.

But, I really a lucky girl. Saya diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) program studi Ilmu Gizi, pilihan pertama meennn. Senang, sedih, haru, tawa, tangis, berbaur menjadi satu campur aduk tak karuan. Saya segera mengabari kakak orang tua dan kakak-kakak saya dan respon mereka sangat terkejut. Yah saya memang tidak bilang bahwa saya mendaftarkan diri ke IPB hehe. Ada kebanggaan tapi ada sedikit tersirat kekhawatiran. Sampai 2 hari setelah pengumuman barulah saya mendapat kepastian bahwa saya akan melanjutkan pendidikan ke IPB. Senang, tapi dalam waktu yang bersamaan juga sedih. Karena 2 minggu depan saya sudah harus berada di Bogor untuk registrasi. Waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan berkas, mental, dan hati.

Tapi inilah pilihan saya dan saya harus menghadapinya. Welcome to the new world, Okta :)

>

July 17th, 2012

Hello :)

Hello, it is my first wrote here since I have this blog :) it’s about one year ago -,-. Here? Yeah, actually I have another blog (walaupun tidak difungsikan dengan baik hehe). Ngomong-ngomong soal nulis, saya suka menulis sejak menjadi juara II lomba mengarang tingkat sekolah dalam rangka HARDIKNAS saat kelas 2 SD dulu B) saya mulai memiliki dan menulis blog sejak kelas 1 SMA, kurang lebih 3 tahun yang lalu *udah tua gue ternyata -_-* awalnya saya tertarik menulis blog dari seorang blogger ternama yang tenar dengan tulisan gilanya yang berjudul “Kambing Jantan”. Pada tau kan? Tau dong yah. Yup, Raditya Dika. Beliau terkenal bahkan mendapatkan penghasilan hanya dengan menulis kisah hidup sehari-harinya yang “abnormal” di blog, keren ga tuh coy? Saya mencoba mengikuti jejak beliau walaupun akhirnya FAILED! -_- Meskipun sudah cukup lama berkecimpung di dunia perbloggingan *elah bahasanye kaga nahan* saya bukan tergolong blogger yang aktif, bisa dilihat blog saya didominasi tulisan-tulisan saat liburan :D sebenarnya bukan menulisnya yang susah, tapi buat mengumpulkan niat nulisnya itu lhooooo, susah amir deh booo *ala banci yang lagi diciduk satpol PP #eh* kalo mau jalan jalan ke blog yang satu lagi boleh, visit Indonesia! *eh* ya walaupun isinya ga jauh jauh dari ababil, galau, alay, ga jelas, dan bikin mual -_- saat ini saya juga masih aktif nulis di miniblog atau yang bahasa gaulnya twitter dengan username @tharajuni kalo mau jalan jalan juga boleh :D*numpang promosi hehe*

Berhubung ini tulisan pertama, mungkin ada baiknya saya cerita sedikit tentang diri saya *mau banget? banget banget banget?hahaha* oke cukup. Baiklah, kita mulai sekarang, mulai darimana yah? err -___-

Nama saya Laorensia Oktavia Rajuni, bisa dipanggil Okta, Otta, Tha, Thata, Onta, Laoren, dan ada yang mau nambah lagi? silahkan -_- Saya lahir dan besar di sebuah kota kecil nan unik di Provinsi Sulawesi Selatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Tengah, Sorowako, pada tanggal 10 Oktober 19 tahun yang lalu. Ya bisa dibilang keberadaan keluarga saya, saya, dan penduduk lain di kota ini tidak lepas dari adanya pertambangan nikel yang dikelola PT International Nickel Corporation Indonesia Tbk. (PT INCO Tbk.) atau yang sekarang bernama PT Vale Indonesia Tbk. Ibarat sebuah tubuh, keberadaan perusahaan adalah jantung bagi kota Sorowako, tanpa perusahaan Sorowako hanyalah sebuah kota mati. Tanpa penduduk, tanpa peradaban. Hampir seluruh aspek kehidupan dipengaruhi adanya perusahaan tambang, aspek ekonomi tentu saja, aspek pendidikan, sosial dan budaya, politik, dan sebagainya. Untuk lebih lanjut mengenai Sorowako mungkin akan saya tulis lain waktu atau bisa dilihat di blog yang satu lagi hehe. Saya lahir di keluarga sederhana, anak bungsu dari 6 bersaudara dan hanya ada satu laki-laki :D

Dari TK sampai SMP saya bersekolah di sekolah dalam naungan Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS). YPS merupakan yayasan yang mengelola sekolah dari TK hingga perguruan tinggi yang ada di Sorowako. Sekolah swasta yang diperuntukkan bagi anak-anak karyawan PT INCO agar tetap mendapatkan pendidikan formal yang berkualitas. Memasuki SMA saya dipindahkan ke Makassar karena beberapa alasan dan harapan lebih mudah menembus perguruan tinggi negeri bila bersekolah di sekolah negeri. Akhirnya saya berhasil masuk ke salah satu sekolah unggulan di Makassar, SMA Negeri 5 Makassar. Sedikit shock sih berpindah dari swasta ke negeri -_- setelah 3 tahun menempuh pendidikan SMA tak disangka

Pengumuman SNMPTN Undangan

Wow amazing! Saya seorang pelajar biasa yang kerjaannya sekolah-rumah-sekolah-rumah (kadang kadang nongkrong ga jelas hehe) tanpa prestasi yang bisa dibanggakan berhasil diterima di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, Institut Pertanian Bogor *menangis terharu*.

Singkat cerita saya menjalani tahun pertama di kampus rakyat dalam Tingkat Pembantaian Persiapan Bersama atau yang nama kerennya TPB. Ini adalah masa- masa yang indah, kalo kata orang SMA tingkat 4 hehe. Mungkin saya terlalu menikmati masa ini sehingga kurang total dalam akademik -_- tapi tidak ada gunanya menyesali, yang sekarang harus saya lakukan adalah bangkit, berjuang, dan lebih bekerja keras lagi di departemen untuk semester berikutnya, semangat! *menyemangati diri sendiri*. Buat yang masih dan akan memasuki dunia per-TPB-an, siapkan dirimu! hehe. TPB memang bukan hal yang mudah, just do your best and let God do the rest :)

Berhubung ini tulisan pertama, yah berharap kedepannya semangat menulis bisa terus ada dan semakin meningkat serta menghasilkan tulisan-tulisan yang inspiratif, inovatif, dan bermanfaat *bukan jargon*. Thanks for reading :)

>